32.5 C
Jakarta
Thursday, April 3, 2025

Dunia Darurat Perubahan Iklim, Bagaimana Proyeksi Emisi Karbon Global?

International Energy Agency (IEA) telah mengeluarkan dokumen “Net Zero by 2050 – A Roadmap for the Global Energy Sector” untuk menetapkan jalur global untuk mencapai net-zero emissions pada tahun 2050. Dokumen ini digunakan sebagai referensi global karena memberikan rekomendasi untuk berbagai negara, termasuk Indonesia​ yang dikategorikan dalam kelompok emerging market and developing economies. Namun, dalam konteks nasional, Indonesia menargetkan net zero emission pada 2060, lebih lambat dibandingkan target global IEA yang menetapkan 2050. Hal ini mempertimbangkan ketergantungan Indonesia pada batubara serta kebutuhan investasi dalam energi terbarukan dan teknologi CCS (Carbon Capture and Storage). Mari simak selengkapnya proyeksi emisi global berikut.

Berita lain : Pengelolaan Mineral di Indonesia: Tantangan dan Potensi untuk Pembangunan Berkelanjutan

Dalam dokumen “Net Zero by 2050 – A Roadmap for the Global Energy Sector” yang diterbitkan oleh International Energy Agency (IEA), terdapat dua skenario utama yang digunakan untuk memproyeksikan emisi dan transisi energi global, yaitu : 

  1. STEPS (Stated Policies Scenario)

Skenario yang mencerminkan kebijakan dan peraturan yang telah diumumkan atau diadopsi oleh pemerintah hingga saat ini tanpa adanya perubahan kebijakan tambahan di masa depan di luar yang telah diumumkan.

  1. APC (Announced Pledges Case)

Skenario yang mengasumsikan bahwa semua janji dan komitmen net-zero dari negara-negara di dunia akan dilaksanakan secara penuh dan tepat waktu. Dengan kata lain, skenario ini mempertimbangkan semua target pengurangan emisi yang telah diumumkan oleh negara-negara, termasuk yang belum memiliki kebijakan konkret.

Proyeksi Emisi CO2 Global

Dalam skenario STEPS, emisi CO₂ global meningkat dari 34 Gt pada 2020 menjadi 36 Gt pada 2030, lalu tetap berada di sekitar 36 Gt hingga 2050. Jika tren ini berlanjut hingga 2100, suhu global berpotensi meningkat hingga 2.7°C (batas global adalah 1.5°C)

Energy-related and industrial process CO2 emissions by region and sector in the STEPS
Sumber : International Energy Agency : Net Zero by 2050 (2021)

Dokumen ini juga menunjukkan divergensi emisi berdasarkan wilayah, yaitu untuk negara maju, emisi turun sekitar 33% dari 2020 ke 2050 karena kebijakan efisiensi energi dan penggunaan energi bersih, dan negara berkembang, emisi tetap tinggi karena pertumbuhan populasi dan peningkatan kebutuhan energi​.

Terdapat beberapa highlight penting dalam emisi CO₂ global dalam skenario STEPS : 

  • Tren emisi energi global tetap tinggi, hanya mengalami sedikit peningkatan dari 2020 hingga 2050.
  • Emisi listrik mengalami sedikit penurunan berkat peningkatan energi terbarukan.
  • Sektor industri dan transportasi masih menyumbang emisi besar, terutama di negara berkembang​

Skenario “business as usual” ini dipandang tidak akan cukup untuk menekan pemanasan global hingga 1.5°C.

Dalam skenario APC, emisi CO₂ turun sekitar 10% menjadi 30 Gt pada 2030 dan mencapai 22 Gt pada 2050 (35% lebih rendah dibandingkan STEPS)​. Jika tren ini berlanjut setelah 2050, pemanasan global dapat dibatasi hingga 2.1°C pada tahun 2100

Grafik berikut menunjukkan bahwa emisi STEPS tetap stabil sekitar 36 Gt hingga 2050, sementara emisi APC emisi menurun lebih tajam menjadi 22 Gt pada 2050. Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan China mengalami penurunan emisi terbesar, dan negara lainnya tetap memiliki kontribusi besar terhadap total emisi global​

Global energy-related and industrial process CO2 emissions by scenario and reductions by region, 2010-2050
Sumber : International Energy Agency : Net Zero by 2050 (2021)

Dengan penurunan emisi yang signifikan pada skenario APC, skenario ini masih belum mampu mencapai net-zero emissions, terutama untuk negara berkembang seperti Indonesia. Langkah tambahan seperti percepatan transisi energi, pengurangan batubara, serta peningkatan teknologi rendah karbon masih diperlukan untuk mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada 2050.

Perbandingan Emisi CO₂ Global dalam STEPS dan APC berdasarkan Sektor

Proyeksi emisi CO2 pada berbagai sektor berdasarkan skenario STEPS dan APC diilustrasikan melalui grafik berikut :

Global CO2 emissions by sector in the STEPS and APC
Sumber : International Energy Agency : Net Zero by 2050 (2021)
  • Sektor Listrik : Emisi listrik global turun hampir 60% antara 2020-2050, dibandingkan hanya 15% dalam STEPS​
  • Sektor Bangunan : Emisi bangunan turun 40% dalam APC, dibandingkan hanya 5% dalam STEPS​
  • Sektor Industri : Emisi industri dalam APC hanya turun sekitar 25% karena sektor ini masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil​
  • Sektor Transportasi : Pengurangan emisi dalam APC sekitar 10%, karena masih ada tantangan dalam elektrifikasi kendaraan berat, penerbangan, dan pengiriman

Skenario APC menunjukkan penurunan emisi terbesar pada sektor listrik, namun masih lebih terbatas pada sektor industri dan transportasi.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest Articles